<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: Hindu dan Islam Ternyata Sama ?</title>
	<atom:link href="http://rkhblog.wordpress.com/2007/09/10/hindu-dan-islam-ternyata-sama/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rkhblog.wordpress.com/2007/09/10/hindu-dan-islam-ternyata-sama/</link>
	<description>Perjuangan mencapai insan ideal yg ilmuwan, agamawan, hartawan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 13 Oct 2009 16:52:50 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: mpuyeng</title>
		<link>http://rkhblog.wordpress.com/2007/09/10/hindu-dan-islam-ternyata-sama/#comment-1809</link>
		<dc:creator>mpuyeng</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Oct 2009 16:52:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rkhblog.wordpress.com/2007/09/10/hindu-dan-islam-ternyata-sama/#comment-1809</guid>
		<description>Semua kitab suci pada dasarnya adalah sejarah perjalanan spiritual dari para orang suci /Nabi. Itulah petunjuk2 yang semestinya kita ikuti. semua kitab suci menjelaskan tentang berisi petunjuk untuk mengikuti jalan lurus dan jalan terang yang kalau kita resapi itu tidak lain adalah: cahaya/nur yaitu cahaya kebenaran dari Yang Maha Suci (Tuhan). Banyak jalan untuk dapat mencapai itu bisa lewat petunjuk dari Qur&#039;an, Weda,Injil, Tri Pitaka, dll. yang kalau kita sudah bisa menemukan cahaya kebenaran itu, maka kita tidak akan pernah memperkarakan isi yang ada dari petunjuk tsb,karena di sanalah kita akan sadar dan bisa membuktikan sedikit saja tentang kesempurnaan Tuhan yang Maha sempurna (bukan karena didogma). Keyakinan dan keimanan jangan saling dihina dan diperdebatkan, saya umpamakan memperdebatkan tentang Tuhan dengan paham atheis yang sudah jelas tidak percaya adanya Tuhan, sehingga tdk akan pernah ketemu. Untuk semua pengikut keimanan apapun, marilah kita hidup damai, saling menghormati, menjaga kerukunan, persaudaraan antar manusia, karena kita diciptakan oleh sumber yang sama yaitu Tuhan. Marilah kita mencari  jalan terang  Tuhan dengan keyakinan kita masing2, semoga cahaya suci itu senantisa kita dapatkan dalamkehidupan ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Semua kitab suci pada dasarnya adalah sejarah perjalanan spiritual dari para orang suci /Nabi. Itulah petunjuk2 yang semestinya kita ikuti. semua kitab suci menjelaskan tentang berisi petunjuk untuk mengikuti jalan lurus dan jalan terang yang kalau kita resapi itu tidak lain adalah: cahaya/nur yaitu cahaya kebenaran dari Yang Maha Suci (Tuhan). Banyak jalan untuk dapat mencapai itu bisa lewat petunjuk dari Qur&#8217;an, Weda,Injil, Tri Pitaka, dll. yang kalau kita sudah bisa menemukan cahaya kebenaran itu, maka kita tidak akan pernah memperkarakan isi yang ada dari petunjuk tsb,karena di sanalah kita akan sadar dan bisa membuktikan sedikit saja tentang kesempurnaan Tuhan yang Maha sempurna (bukan karena didogma). Keyakinan dan keimanan jangan saling dihina dan diperdebatkan, saya umpamakan memperdebatkan tentang Tuhan dengan paham atheis yang sudah jelas tidak percaya adanya Tuhan, sehingga tdk akan pernah ketemu. Untuk semua pengikut keimanan apapun, marilah kita hidup damai, saling menghormati, menjaga kerukunan, persaudaraan antar manusia, karena kita diciptakan oleh sumber yang sama yaitu Tuhan. Marilah kita mencari  jalan terang  Tuhan dengan keyakinan kita masing2, semoga cahaya suci itu senantisa kita dapatkan dalamkehidupan ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Koyohgan</title>
		<link>http://rkhblog.wordpress.com/2007/09/10/hindu-dan-islam-ternyata-sama/#comment-1804</link>
		<dc:creator>Koyohgan</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Oct 2009 06:21:03 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rkhblog.wordpress.com/2007/09/10/hindu-dan-islam-ternyata-sama/#comment-1804</guid>
		<description>Hai sala Kenal Mas RKH

Saya telah membaca sebagian isi artikel Bapak dan komentar para pengunjung Blog ini. Saya salut atas kedalaman kajian yang Bapak Punya, sementara ini saya masih membaca dan berusaha memahami arah dan pola pikir Bapak dan para komentator, sebelum saya mengomentari lebih jauh. Sebab isu seperti ini sangat rentan SARA. Selamat berdebat yang Sehat !!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hai sala Kenal Mas RKH</p>
<p>Saya telah membaca sebagian isi artikel Bapak dan komentar para pengunjung Blog ini. Saya salut atas kedalaman kajian yang Bapak Punya, sementara ini saya masih membaca dan berusaha memahami arah dan pola pikir Bapak dan para komentator, sebelum saya mengomentari lebih jauh. Sebab isu seperti ini sangat rentan SARA. Selamat berdebat yang Sehat !!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: arum</title>
		<link>http://rkhblog.wordpress.com/2007/09/10/hindu-dan-islam-ternyata-sama/#comment-1803</link>
		<dc:creator>arum</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Oct 2009 11:23:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rkhblog.wordpress.com/2007/09/10/hindu-dan-islam-ternyata-sama/#comment-1803</guid>
		<description>klo benar umat hindu percaya reinkarnasi bisa di jelaskan gak di kehidupan sebelumnya anda mnjadi apa/siapa ??</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>klo benar umat hindu percaya reinkarnasi bisa di jelaskan gak di kehidupan sebelumnya anda mnjadi apa/siapa ??</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: komang</title>
		<link>http://rkhblog.wordpress.com/2007/09/10/hindu-dan-islam-ternyata-sama/#comment-1802</link>
		<dc:creator>komang</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 04 Oct 2009 06:15:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rkhblog.wordpress.com/2007/09/10/hindu-dan-islam-ternyata-sama/#comment-1802</guid>
		<description>tidak masalh engkau agama apa...
yg penting berbuat baiklah kepada seseorang....
maka dunia inipun terasa seperti di sorga..
jangan hanya bicara...
berbuatlah yg baik....
mari kita bantu sodara2 kita yg terkena bencana....
walaupun &quot;Mereka&quot; di anggap penjahat,kafir,zionis,dll setidaknya merekalah yang pertama yang membantu kita saat terjadi bencana...
wlaupun mereka membantu kita mungkin dengan maksud tertentu,  setidaknya mereka membantu daripada &quot;orang yang hanya mampu bicara&quot; orang yang menderita membutuhkan pertolongan tangan, bukan omongan...........
menilai orang jangan dari mulutnya tapi dari perbuatanya...

Damai itu indah...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tidak masalh engkau agama apa&#8230;<br />
yg penting berbuat baiklah kepada seseorang&#8230;.<br />
maka dunia inipun terasa seperti di sorga..<br />
jangan hanya bicara&#8230;<br />
berbuatlah yg baik&#8230;.<br />
mari kita bantu sodara2 kita yg terkena bencana&#8230;.<br />
walaupun &#8220;Mereka&#8221; di anggap penjahat,kafir,zionis,dll setidaknya merekalah yang pertama yang membantu kita saat terjadi bencana&#8230;<br />
wlaupun mereka membantu kita mungkin dengan maksud tertentu,  setidaknya mereka membantu daripada &#8220;orang yang hanya mampu bicara&#8221; orang yang menderita membutuhkan pertolongan tangan, bukan omongan&#8230;&#8230;&#8230;..<br />
menilai orang jangan dari mulutnya tapi dari perbuatanya&#8230;</p>
<p>Damai itu indah&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Permana</title>
		<link>http://rkhblog.wordpress.com/2007/09/10/hindu-dan-islam-ternyata-sama/#comment-1801</link>
		<dc:creator>Permana</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Sep 2009 15:50:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rkhblog.wordpress.com/2007/09/10/hindu-dan-islam-ternyata-sama/#comment-1801</guid>
		<description>Kurang tepat kalau dibilang sama, lebih tepat jika dibilang mirip ... kurang bijak jika anda menyamakan agama hanya karena ada beberapa ajaran yang isinya sama ...

Hindu ajarannya universal, jika ada yang sama dengan Islam ya wajar saja, jangan heran juga jika ada yang sama dengan Kristen atau Buddha yang merupakan salah satu awatara.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kurang tepat kalau dibilang sama, lebih tepat jika dibilang mirip &#8230; kurang bijak jika anda menyamakan agama hanya karena ada beberapa ajaran yang isinya sama &#8230;</p>
<p>Hindu ajarannya universal, jika ada yang sama dengan Islam ya wajar saja, jangan heran juga jika ada yang sama dengan Kristen atau Buddha yang merupakan salah satu awatara.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: hafiz</title>
		<link>http://rkhblog.wordpress.com/2007/09/10/hindu-dan-islam-ternyata-sama/#comment-1800</link>
		<dc:creator>hafiz</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 29 Sep 2009 09:13:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rkhblog.wordpress.com/2007/09/10/hindu-dan-islam-ternyata-sama/#comment-1800</guid>
		<description>Alhamdullilah.....

didalam kegawatan moral dan sosial di akhir zaman ini masih ada yang berusaha untuk cuba kebenaran yang hakiki. Taniah saudara rkh teruskan usaha saudara. 

wassalam.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Alhamdullilah&#8230;..</p>
<p>didalam kegawatan moral dan sosial di akhir zaman ini masih ada yang berusaha untuk cuba kebenaran yang hakiki. Taniah saudara rkh teruskan usaha saudara. </p>
<p>wassalam.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Cahya</title>
		<link>http://rkhblog.wordpress.com/2007/09/10/hindu-dan-islam-ternyata-sama/#comment-1794</link>
		<dc:creator>Cahya</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Sep 2009 17:49:11 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rkhblog.wordpress.com/2007/09/10/hindu-dan-islam-ternyata-sama/#comment-1794</guid>
		<description>Dari mana pun sudut pandangnya, jika manusia bisa hidup berdampingan dengan harmonis tentu kedamaian akan menyelimuti segenap semesta :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dari mana pun sudut pandangnya, jika manusia bisa hidup berdampingan dengan harmonis tentu kedamaian akan menyelimuti segenap semesta <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: Hendra</title>
		<link>http://rkhblog.wordpress.com/2007/09/10/hindu-dan-islam-ternyata-sama/#comment-1787</link>
		<dc:creator>Hendra</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Aug 2009 05:25:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rkhblog.wordpress.com/2007/09/10/hindu-dan-islam-ternyata-sama/#comment-1787</guid>
		<description>To Mas RKH

Assalamualaikum wr. wb

Butuh 2x (baca: 2 hari) untuk membaca Semua Treahd anda dan jawaban anda diatas, Alhamdulliah ada orang seperti anda yang dapat menjelaskan tentang islam secara bijak, Saya sendiri kadang terbawa emosi dengan perkataan yang kurang baik dalam menanggapi beberapa komentar di blog saya, saya mencoba ingin seperti mas rkh, main - main ke blog saya ya mas.

Untuk umat Hindu, saya tau persis bagaimana krisis dadakan yang dialami pada waktu pengeboman di Bali oleh oknum islam tersebut (baca : amrozi cs), Mas rkh benar, bahwa menurut pembuktian penelitian mereka (baca :amrozi cs) memang tidak melakukan pengeboman pda sari club(tetapi saya pribadi tidak mendukung aksi mereka), banyak literatur digoogle yang bisa anda temukan. tidak mungkin kita mengambil kesimpulan dari suatu tulisan pendek tentang kronologis pengeboman, karena masalah ini terlalu komplek. berawal dari situ hubungan antara umat islam dan hindu khususnya dibali sangat kronis (baca :buruk) adanya saling curiga dan adanya saling sindiran (baca: ejekan) yang sempat membuat hati kami sakit, tetapi apa yang hendak dikata ? disitulah letak sisi kemanusiaan manusia.

Menurut hemat saya, konsep dan penjelasannya sudah gamblang dijelaskan oleh mas rkh, yaitu kembali kepada kitab sucinya. Tetapi kadang pula mereka (baca: pendebat dari hindu) di tempat lain (baca: blog, milis, web, forum) menyodorkan beberapa ayat AQ yang mereka anggap sebagai tindakan kekerasan yang diwahyukan oleh Allah (baca: ayat - ayat perang kepada kafir) dipolitisir sedemikian rupa sehingga menimbulkan fitnah bahwa ajaran islam adalah ajaran teror (baca : Allah Muslim cepat marah, dan suka membunuh kafir), bagaimana hati kami tidak sakit? bagaimana mereka menyajikan pemikiran yang tidak proposional ? padahal 13th Nabi Muhammad menerima cacian dan makian baik lahir maupun batin, yang tentu mereka (baca: pendebat dari non muslim) mengetahui juga, tetapi mereka menyembunyikannya. Hal ini yang mendasari mereka (baca:pendebat non muslim) mengatakan bahwa Dasar dari Kitab suci Umat islam adalah Teror! maka tindakannya (baca:umat islam) pun tidak terlepas dari kitab sucinya (baca : teror). Semoga pemikiran yan seperti ini tidak berkembang seperti Jamur. karena ini sungguh keji dan mungkar disebabkan tidak proposional dalam mengambi kesimpulan.

Mungkin dengan andanya persamaan ini (baca : Konsep Hindu dan Islam), saya berharap agar tidak adalagi fitnah terhadap Nabi Kami (baca : Muhammad SAW) dan kepada Islam. 

Salam</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>To Mas RKH</p>
<p>Assalamualaikum wr. wb</p>
<p>Butuh 2x (baca: 2 hari) untuk membaca Semua Treahd anda dan jawaban anda diatas, Alhamdulliah ada orang seperti anda yang dapat menjelaskan tentang islam secara bijak, Saya sendiri kadang terbawa emosi dengan perkataan yang kurang baik dalam menanggapi beberapa komentar di blog saya, saya mencoba ingin seperti mas rkh, main &#8211; main ke blog saya ya mas.</p>
<p>Untuk umat Hindu, saya tau persis bagaimana krisis dadakan yang dialami pada waktu pengeboman di Bali oleh oknum islam tersebut (baca : amrozi cs), Mas rkh benar, bahwa menurut pembuktian penelitian mereka (baca :amrozi cs) memang tidak melakukan pengeboman pda sari club(tetapi saya pribadi tidak mendukung aksi mereka), banyak literatur digoogle yang bisa anda temukan. tidak mungkin kita mengambil kesimpulan dari suatu tulisan pendek tentang kronologis pengeboman, karena masalah ini terlalu komplek. berawal dari situ hubungan antara umat islam dan hindu khususnya dibali sangat kronis (baca :buruk) adanya saling curiga dan adanya saling sindiran (baca: ejekan) yang sempat membuat hati kami sakit, tetapi apa yang hendak dikata ? disitulah letak sisi kemanusiaan manusia.</p>
<p>Menurut hemat saya, konsep dan penjelasannya sudah gamblang dijelaskan oleh mas rkh, yaitu kembali kepada kitab sucinya. Tetapi kadang pula mereka (baca: pendebat dari hindu) di tempat lain (baca: blog, milis, web, forum) menyodorkan beberapa ayat AQ yang mereka anggap sebagai tindakan kekerasan yang diwahyukan oleh Allah (baca: ayat &#8211; ayat perang kepada kafir) dipolitisir sedemikian rupa sehingga menimbulkan fitnah bahwa ajaran islam adalah ajaran teror (baca : Allah Muslim cepat marah, dan suka membunuh kafir), bagaimana hati kami tidak sakit? bagaimana mereka menyajikan pemikiran yang tidak proposional ? padahal 13th Nabi Muhammad menerima cacian dan makian baik lahir maupun batin, yang tentu mereka (baca: pendebat dari non muslim) mengetahui juga, tetapi mereka menyembunyikannya. Hal ini yang mendasari mereka (baca:pendebat non muslim) mengatakan bahwa Dasar dari Kitab suci Umat islam adalah Teror! maka tindakannya (baca:umat islam) pun tidak terlepas dari kitab sucinya (baca : teror). Semoga pemikiran yan seperti ini tidak berkembang seperti Jamur. karena ini sungguh keji dan mungkar disebabkan tidak proposional dalam mengambi kesimpulan.</p>
<p>Mungkin dengan andanya persamaan ini (baca : Konsep Hindu dan Islam), saya berharap agar tidak adalagi fitnah terhadap Nabi Kami (baca : Muhammad SAW) dan kepada Islam. </p>
<p>Salam</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: NYM SUMERTA</title>
		<link>http://rkhblog.wordpress.com/2007/09/10/hindu-dan-islam-ternyata-sama/#comment-1784</link>
		<dc:creator>NYM SUMERTA</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Aug 2009 05:24:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rkhblog.wordpress.com/2007/09/10/hindu-dan-islam-ternyata-sama/#comment-1784</guid>
		<description>MBAH SURIP (PESAN SPIRIT YANG HAKIKI)

Kita masih ingat, publik di Indonesia baru-baru ini di hebohkan oleh kehadiran sesosok Mbah Surip yang fenomenal dengan lagunya &quot;TAK GENDONG&quot;. Semua generasi sangat terhenyak dengan lagu tersebut. Padahal lagu tersebut sudah dirilis lama tapi baru saat ini meng&quot;hebohkan&quot; kita. Hampir semua level generasi (anak-anak, dewasa, generasi tua, dsb) sangat familiar sekali dengan lagu tersebut. Lirik lagunya yang sangat sederhana dan bahkan karena sederhananya, pernah diajukan ke salah satu rumah rekaman ditolak. Namun siapa bisa menyangka akhirnya lagu tersebut bisa “meledak”. Semua orang sangat mudah men”cerna”nya bahkan anak-anak kecil yang baru berumur 2-3 tahunan sangat familiar dengan lagu tersebut. Namun belum puas publik dengan lagu tersebut, publik dikagetkan lagi bahwa si penyanyi tersebut telah tiada tanpa sebelumnya kelihatan menderita sakit. Publik Indonesia pun heboh kedua kalinya. Pertama heboh dengan kemunculan Mbah Surip dengan lagunya “TAK GENDONG’ dan heboh dengan kematiannya Mbah Surip yang mendadak.
 
Lagu Mbah Surip, &quot;TAK GENDONG&quot; tersebut kalau kita rasakan punya pesan-pesan spirit yang sangat dalam dan hakiki. Salah satu cuplikan bait lagu tersebut yakni &quot;Tak Gendong kemana-mana, tak gendong kemana-mana&quot; punya makna yang hakiki. Coba dirasakan, bahwa tak gendong itu URIP/HIDUP/ATMA nya kita, yang dengan setia selalu mendampingi kita kemana saja, beraktivitas apa saja bahkan saat kita tertidur lelappun, URIP kita tetap menggendong kita. Coba kita renungkan seandainya saat kita tertidur lelap, PENGGENDONG/ URIP tadi meninggalkan kita(badan kasar kita) apa yang terjadi..... ......??? ???? Syukur jika saat tertidur lelap betul-betul lelap tanpa sedang bermimpi buruk. Bisa dibayangkan jika kita sedang bermimpi buruk dan menakutkan?? ????, kemana kita harus kembali supaya sadar dari mimpi, sementara tadi kesadaran fisik kita sudah tidak ada akibat sudah ditinggalkan oleh PENGGENDONG/ URIP.Kondisi bermimpi buruk tersebut akan kita alami miliaran tahun dan disitulah kita akan bersaksi kondisi neraka yang sebenarnya.
 
Nama ”Mbah Surip” punya makna tersendiri. Sebagai tanda untuk menyadarkan kita bahwa sembahlah urip mu. Sembahyang bisa diartikan sembah-”yang” (yang jika dikonotasikan ke bahasa bali artinya tiyang), sembah ”tiang” (URIP itu sendiri). Selama ini kita sering berdebat pada fisik/lahiriah dan belum muncul kesadaran akan kesejatian yang sama. URIP itu ya TUHAN itu sendiri yang secara mikroskomos berada dalam diri kita dan secara makrosmos yakni alam itu sendiri (alam semesta). Dalam lirik lagunya Mbah Surip tersebut menyadarkan kita bahwa jika kita tidak ingat dengan si PENGGENDONG kita, menjadi wajar akan ditinggalkan. Jika kita ditinggalkan oleh si PENGGENDONG/ URIP tadi akhirnya apapun kehebatan yang kita miliki (gelar, status sosial, kaya, miskin, kasta, dsb) tidak punya makna. Kenapa? Karena saat penggendong tersebut meninggalkan kita itu artinya kita sudah MATI, seperti Mbah Surip dengan lagunya ”TAK GENDONG” dan dia sendiri tidak ingat dengan PENGGENDONG/ URIP yang bersemayam dalam dirinya akhirnya harus mati. 
 
Kesadaran diri yang hakiki akan URIP yang menggendong kita Saat ini perlu dikembangkan. Permasalahannya adalah, metode apa yang dipakai untuk masuk ke tingkat kesadaran URIP yang hakiki tersebut. Sementara, URIP itu sendiri tidak mengenal ruang dan waktu. Artinya lintas keyakinan/aliran kepercayaan, agama, profesi, gelar status sosial, kaya, miskin, dsb. URIP itu universal dan bersemayam dalam diri manusia, hewan, tumbuhan, dsb. Manusia yang URIP/HIDUP dan menggerakan fisik manusia sehingga bisa melakukan aktivitas. Metode yang universal tentunya akan menjawab permasalahan tersebut. Kita berkeyakinan pasti ada KUNCI nya untuk membuka kesadaran diri yang hakiki akan URIP, karena URIP itu Universal. KUNCINYA ADALAH PANCA GAIB ITU SENDIRI (SINGKIR, KUNCI, PAWELING, ASMO, MIJIL)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>MBAH SURIP (PESAN SPIRIT YANG HAKIKI)</p>
<p>Kita masih ingat, publik di Indonesia baru-baru ini di hebohkan oleh kehadiran sesosok Mbah Surip yang fenomenal dengan lagunya &#8220;TAK GENDONG&#8221;. Semua generasi sangat terhenyak dengan lagu tersebut. Padahal lagu tersebut sudah dirilis lama tapi baru saat ini meng&#8221;hebohkan&#8221; kita. Hampir semua level generasi (anak-anak, dewasa, generasi tua, dsb) sangat familiar sekali dengan lagu tersebut. Lirik lagunya yang sangat sederhana dan bahkan karena sederhananya, pernah diajukan ke salah satu rumah rekaman ditolak. Namun siapa bisa menyangka akhirnya lagu tersebut bisa “meledak”. Semua orang sangat mudah men”cerna”nya bahkan anak-anak kecil yang baru berumur 2-3 tahunan sangat familiar dengan lagu tersebut. Namun belum puas publik dengan lagu tersebut, publik dikagetkan lagi bahwa si penyanyi tersebut telah tiada tanpa sebelumnya kelihatan menderita sakit. Publik Indonesia pun heboh kedua kalinya. Pertama heboh dengan kemunculan Mbah Surip dengan lagunya “TAK GENDONG’ dan heboh dengan kematiannya Mbah Surip yang mendadak.</p>
<p>Lagu Mbah Surip, &#8220;TAK GENDONG&#8221; tersebut kalau kita rasakan punya pesan-pesan spirit yang sangat dalam dan hakiki. Salah satu cuplikan bait lagu tersebut yakni &#8220;Tak Gendong kemana-mana, tak gendong kemana-mana&#8221; punya makna yang hakiki. Coba dirasakan, bahwa tak gendong itu URIP/HIDUP/ATMA nya kita, yang dengan setia selalu mendampingi kita kemana saja, beraktivitas apa saja bahkan saat kita tertidur lelappun, URIP kita tetap menggendong kita. Coba kita renungkan seandainya saat kita tertidur lelap, PENGGENDONG/ URIP tadi meninggalkan kita(badan kasar kita) apa yang terjadi&#8230;.. &#8230;&#8230;??? ???? Syukur jika saat tertidur lelap betul-betul lelap tanpa sedang bermimpi buruk. Bisa dibayangkan jika kita sedang bermimpi buruk dan menakutkan?? ????, kemana kita harus kembali supaya sadar dari mimpi, sementara tadi kesadaran fisik kita sudah tidak ada akibat sudah ditinggalkan oleh PENGGENDONG/ URIP.Kondisi bermimpi buruk tersebut akan kita alami miliaran tahun dan disitulah kita akan bersaksi kondisi neraka yang sebenarnya.</p>
<p>Nama ”Mbah Surip” punya makna tersendiri. Sebagai tanda untuk menyadarkan kita bahwa sembahlah urip mu. Sembahyang bisa diartikan sembah-”yang” (yang jika dikonotasikan ke bahasa bali artinya tiyang), sembah ”tiang” (URIP itu sendiri). Selama ini kita sering berdebat pada fisik/lahiriah dan belum muncul kesadaran akan kesejatian yang sama. URIP itu ya TUHAN itu sendiri yang secara mikroskomos berada dalam diri kita dan secara makrosmos yakni alam itu sendiri (alam semesta). Dalam lirik lagunya Mbah Surip tersebut menyadarkan kita bahwa jika kita tidak ingat dengan si PENGGENDONG kita, menjadi wajar akan ditinggalkan. Jika kita ditinggalkan oleh si PENGGENDONG/ URIP tadi akhirnya apapun kehebatan yang kita miliki (gelar, status sosial, kaya, miskin, kasta, dsb) tidak punya makna. Kenapa? Karena saat penggendong tersebut meninggalkan kita itu artinya kita sudah MATI, seperti Mbah Surip dengan lagunya ”TAK GENDONG” dan dia sendiri tidak ingat dengan PENGGENDONG/ URIP yang bersemayam dalam dirinya akhirnya harus mati. </p>
<p>Kesadaran diri yang hakiki akan URIP yang menggendong kita Saat ini perlu dikembangkan. Permasalahannya adalah, metode apa yang dipakai untuk masuk ke tingkat kesadaran URIP yang hakiki tersebut. Sementara, URIP itu sendiri tidak mengenal ruang dan waktu. Artinya lintas keyakinan/aliran kepercayaan, agama, profesi, gelar status sosial, kaya, miskin, dsb. URIP itu universal dan bersemayam dalam diri manusia, hewan, tumbuhan, dsb. Manusia yang URIP/HIDUP dan menggerakan fisik manusia sehingga bisa melakukan aktivitas. Metode yang universal tentunya akan menjawab permasalahan tersebut. Kita berkeyakinan pasti ada KUNCI nya untuk membuka kesadaran diri yang hakiki akan URIP, karena URIP itu Universal. KUNCINYA ADALAH PANCA GAIB ITU SENDIRI (SINGKIR, KUNCI, PAWELING, ASMO, MIJIL)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: adehermirad</title>
		<link>http://rkhblog.wordpress.com/2007/09/10/hindu-dan-islam-ternyata-sama/#comment-1773</link>
		<dc:creator>adehermirad</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Jul 2009 09:05:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://rkhblog.wordpress.com/2007/09/10/hindu-dan-islam-ternyata-sama/#comment-1773</guid>
		<description>Yang anehnya adalah demikian:

Hindu konon mengajarkan seorang lelaki boleh mengawini perempuan perempuan sebanyak 4 orang, dan Islampun demikian, namun karena Hindu lebih dulu dari Islam, perlu diteliti apakah islam sebenarnya adalah dari Hindu ?
Kalau dilihat mana dulu yang ada .
Apakah nb Muhamad tidak belajar dari Hindu untuk soal yang satu ini ?

Konon Krishna yang dipertuhan oleh Hindu mempunyai istri 16008 , masya Allah, banyak amat ya ? Cuma kalau Krishna disebut Tuhan tapi kawin, tentunya aneh donk ya ?  Masakah Tuhan memilikih syahwat demikian?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yang anehnya adalah demikian:</p>
<p>Hindu konon mengajarkan seorang lelaki boleh mengawini perempuan perempuan sebanyak 4 orang, dan Islampun demikian, namun karena Hindu lebih dulu dari Islam, perlu diteliti apakah islam sebenarnya adalah dari Hindu ?<br />
Kalau dilihat mana dulu yang ada .<br />
Apakah nb Muhamad tidak belajar dari Hindu untuk soal yang satu ini ?</p>
<p>Konon Krishna yang dipertuhan oleh Hindu mempunyai istri 16008 , masya Allah, banyak amat ya ? Cuma kalau Krishna disebut Tuhan tapi kawin, tentunya aneh donk ya ?  Masakah Tuhan memilikih syahwat demikian?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
