Trinitas atau Tritunggal adalah salah satu doktrin utama dalam kekristenan yg juga merupakan salah satu “jurang” yg memisahkan antara agama Islam dg agama Kristen, yg mana bila kedua umat sepakat tentang permasalahan ini, mereka akan lebih mudah untuk bersatu. Agama Islam dan Kristen sama2x mengakui mempunyai Tuhan yang Maha Esa, Tuhan yg satu, akan tetapi dalam konsep yg berbeda. Dalam Islam konsep Tuhan yg satu benar2x dipercaya seperti apa adanya, persis seperti bunyinya, akan tetapi kepercayaan dalam (sebagian besar aliran) Kristen mengatakan bahwa Tuhan mereka adalah satu tetapi tiga, Tuhan yg satu tapi mempunyai tiga pribadi yg berbeda.
Umat Kristen mengaku punya Tuhan Bapa, Tuhan Putra, dan Tuhan Roh Kudus. Tapi mereka bukanlah tiga Tuhan melainkan satu Tuhan. Bagaimanakah sebenarnya konsep Tuhan yg tiga tapi satu itu? Bagaimanakah konsep Tuhan yg satu tapi berwujud tiga pribadi yg berbeda itu? Benarkah ajaran itu memang adalah ajaran dasar yg utama dalam Kristen? Kita akan lihat dalam berbagai sudut pandang. Sedangkan dalam beberapa tempat lain yang membahas hal yg sama seperti misalnya di “blog agamaku kesaksianku”, menurut saya masih belum memberikan informasi yg cukup tentang topik ini
Logika dan analogi
Sekalipun menjadi salah satu doktrin utama dalam kekristenan, tetapi ternyata konsep Trinitas ini sangatlah sulit untuk dijelaskan oleh siapapun, termasuk umat Kristen sendiri, baik yg awam maupun para pendeta dan pasturnya yg terpelajar sekalipun. Kenapa? Ya, karena konsep Trinitas ini memang adalah benar2x suatu konsep yg tidak sejalan dg logika akal budi manusia. Ia mampu hidup selama lebih dari seribu tahun karena diajarkan sebagai suatu doktrin yg tidak boleh ditolak oleh siapapun umat Kristen, dan tidak boleh dipertanyakan, hanya wajib untuk diimani saja.
Siapapun yg mencoba menjelaskannya pasti akan menemui kegagalan. Sudah banyak orang yg mencoba untuk menjelaskannya juga dg menggunakan analogi untuk memudahkan logika berpikir untuk menerimanya, tapi tidak ada satupun dari analogi2x itu yg dapat menjalankan tugasnya dg baik.
Konsep Trinitas yg mereka yakini itu kurang lebih demikian :
“Tuhan itu ada satu, tapi mempunyai tiga wujud, yaitu : sebagai Tuhan Bapa, Tuhan Putra (Yesus) dan Tuhan Roh Kudus. Tapi mereka bukanlah tiga Tuhan yg berbeda, melainkan satu Tuhan yg sama. Semuanya adalah Tuhan, dan semuanya mempunyai derajat ketuhanan yg sama. Diantara ketiganya tidak ada yg lebih tinggi dari yg lain, alias punya derajat ketuhanan yg sama.”
Tuhan Bapa adalah “Tuhan yg duduk di singgasana-Nya di surga”, Tuhan Putra adalah “firman Tuhan” yg kemudian lahir ke dunia menjadi seorang manusia yg bernama Yesus, sedangkan Roh Kudus adalah suatu roh yg berasal dari Tuhan. Ketiganya mempunyai tugasnya masing2x. Saya tidak akan menjelaskan tentang tugas2x mereka karena akan memerlukan penjelasan yg sangat panjang dan berhubungan dg seluruh konsep kekristenan, seperti : konsep penciptaan alam semesta dan manusia, dosa waris, misi penyelamatan manusia, penyaliban, penebusan dosa, dll. Saya anggap anda sudah mengetahuinya, atau kalau belum, anda bisa mencari tahu tentang itu di tulisan lain. Atau anda bisa menunggu tulisan saya berikutnya kalau saya berkesempatan untuk menuliskannya di sini, insyaallah.
Pertanyaannya adalah, bagaimana mungkin mengatakan tiga wujud pribadi yg berbeda itu adalah satu Tuhan yg sama? Bagaimana untuk memahami bahwa Tuhan Bapa, Yesus, dan Roh Kudus itu bukanlah tiga Tuhan tetapi satu Tuhan?
Mengenai hal ini, tidak pernah ada umat Kristen yg dapat menjelaskannya dg memuaskan secara logis dan ilmiah. Kalau secara doktrinal ya memang itulah yg mereka lakukan sehari-hari. Untuk menutupinya kebanyakan mereka akan menjelaskannya menggunakan berbagai analogi yg diharapkan dapat menjadi pengantar bagi pikiran logis manusia. Tapi apakah benar analogi2x itu dapat menjalankan tugasnya dg baik? Kita akan lihat di pembahasan di bawah ini.
Analogi2x yg sering dipakai oleh umat Kristen untuk menjelaskan Trinitas ini misalnya adalah :
Trinitas itu seperti matahari
Matahari mempunyai tiga bagian yg tidak terpisahkan. Ada mataharinya sendiri, ada panasnya, dan ada sinarnya, tapi semuanya satu membentuk matahari. Seperti itulah gambaran Trinitas itu. Benarkah? Kita lihat : Dalam Trinitas, Tuhan Bapa adalah Tuhan, Yesus adalah Tuhan, roh kudus adalah Tuhan. Dalam analogi itu, matahari memang adalah matahari, tapi apakah panasnya juga bisa disebut matahari, dan apakah sinarnya juga bisa disebut matahari? Tidak. Analogi ini tidak bisa menjelaskan sama sekali tentang Trinitas.
Trinitas itu seperti rokok
Rokok mempunyai tiga unsur, rokoknya sendiri, apinya, dan asapnya. Ketiganya adalah unsur yg tidak dapat dipisahkan dalam sebuah rokok. Seperti itulah gambaran Trinitas. Benarkah? Kita lihat : jika Tuhan Bapa, Yesus, dan roh kudus semuanya adalah disebut Tuhan, dalam analogi itu rokoknya sendiri memang disebut rokok, tapi apakah apinya bisa disebut rokok? Apakah asapnya bisa disebut rokok? Tidak. Analogi inipun sama sekali juga salah dan tidak dapat dipakai untuk menjelaskan Trinitas.
Trinitas itu seperti air
Air adalah suatu unsur yg dapat mempunyai tiga wujud yaitu : padat, cair, dan gas. Ada es, air, dan uap. Kita harus ingat bahwa komponen air dalam wujud apapun adalah tetap sama yaitu H2O. Dua atom hidrogen dan satu atom oksigen. Unsur pokoknya sama, hanya bentuknya saja yg berubah. Seperti itulah gambaran Trinitas. Analogi ini tampaknya adalah analogi terbaik yg dapat diberikan untuk menjelaskan Trinitas secara logis, dan sepintas memang tampak dapat menjelaskan tentang Trinitas itu. Akan tetapi kalau kita pikirkan lagi, ternyata analogi inipun juga tidak dapat menjelaskan Trinitas dg baik.
Mereka mengatakan bahwa bentuk air bisa berubah, tapi unsurnya tetap sama, yaitu H2O. Bagaimana dg Trinitas? Apakah juga berubah bentuk dari unsur yg sama? Tuhan dan roh kudus berbentuk roh (dalam kepercayaan Kristen), dan makhluk hidup (manusia/Yesus) terdiri dari daging dan tulang, dimana manusia juga butuh makanan untuk hidup, jadi mereka tidak sama. Unsur mereka berbeda, jika air dalam bentuk berbeda tetap mempunyai unsur yg sama, yaitu H2O, maka Trinitas dalam bentuk yg berbeda adalah memang terdiri dari unsur yg berbeda. Jadi mereka tidak sama, mereka berbeda.
Yesus telah memberikan kesaksiannya dalam hal ini dalam Lukas (24) : ayat 36-39, dimana Yesus meminta murid2xnya untuk melihat, memegang dan meraba dirinya, tangan dan kakinya. Bahwa ia adalah makhluk yg terdiri dari daging dan tulang, bukan roh yg tidak berdaging dan tidak bertulang. Kemudian ia juga makan sepotong ikan goreng untuk membuktikan bahwa ia juga makhluk hidup yg butuh makanan, bukan roh yg tidak butuh makan.
Ternyata analogi inipun tetap tidak dapat menjelaskan Trinitas dg baik. Jadi jelas, analogi apapun tidak akan dapat menjelaskan tentang konsep Trinitas ini. Bagaimanapun manusia memaksakan untuk menjelaskannya, tidak ada satupun yg akan berhasil. Kenapa? Umat Islam punya jawaban yg sangat mudah untuk itu, yaitu karena memang bukan demikian kenyataannya. Dan Allah tidak akan mengijinkan manusia untuk menjelaskan tentang esensi diri-Nya dimana Dia sendiri tidak pernah mengajarkan seperti itu.
Frans Donald, seorang pemeluk Kristen Katolik yg kemudian menganut Kristen Tauhid yg tidak percaya Trinitas dan ketuhanan Yesus, dalam bukunya “Allah dalam Alkitab dan Al-Qur’an. Sesembahan yang sama atau berbeda?” menyatakan :
“Suatu kebenaran semakin pasti terbukti benar jika tidak bisa dibuktikan salah. Dan suatu (yg tampak seperti) kebenaran tidak perlu dipertahankan sedikitpun jika telah terbukti keliru.”
Ayat Trinitas dalam Alkitab/Bible
Mungkin memang Trinitas bukanlah sesuatu ajaran yg logis menurut pikiran manusia, tapi tetap harus dipercayai karena terdapat ayat2x dalam Bible yg menyatakan hal itu, baik di Perjanjian Lama maupun di Perjanjian Baru. Demikian menurut umat Kristen. Benarkah? Kita akan lihat.
Ada yg mengatakan bahwa pada kitab Kejadian di Perjanjian Lama terdapat informasi yg dapat kita simpulkan sebagai bukti adanya Trinitas. Saya katakan, hal itu jelas2x dipaksakan. Tidak ada satupun ayat di dalam kitab Kejadian yg menyatakan dg jelas tentang adanya Trinitas. Bahkan kitab Kejadian itu sangat penuh dg masalah seperti yg terdapat pada proses penciptaan alam semesta yg sama sekali tidak logis dan bertentangan dg ilmu pengetahuan modern yg telah terbukti secara empiris (semoga lain waktu saya bisa membahas dan membuktikannya di blog ini, insyaallah) Bahkan kata “Trinitas” itu sendiri juga tidak ada dalam keseluruhan Alkitab.
Kata2x …Allah menciptakan…, …Roh Allah melayang-layang…, …Berfirmanlah Allah… pada Kejadian 1: 1-3 tidaklah dapat dipahami sebagai Tuhan Bapa, Roh kudus, dan Yesus (Firman). Apalagi menyatakan kalau mereka adalah satu Tuhan dan bukannya tiga Tuhan. Kalau anda membaca ayat2xnya dg lengkap, anda akan setuju dg saya. Bunyi ayatnya demikian :
1:1. Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.
1:2 Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.
1:3. Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi.
Bagian mana yg menyatakan tentang Tuhan Bapa, Tuhan Putra (Yesus), dan Tuhan Roh kudus disana? Mana pula yg menyatakan ketiganya adalah satu Tuhan, bukan tiga Tuhan? Tidak ada! Menggunakan ayat itu untuk menyatakan bukti Trinitas di Alkitab jelas adalah suatu hal yg dipaksakan.
Ada lagi yg menggunakan ayat dalam Matius 28 : 19 untuk menyatakan konsep Trinitas dalam Bible. Bunyi ayatnya sebagai berikut :
28:19 Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,
Masih beberapa ayat lagi yg sering dipakai untuk menyatakan adanya konsep Trinitas di Alkitab, tapi semuanya tidak dapat mencapai tujuan yg diinginkan dg jelas, semuanya hanya penjelasan yg dipaksakan yg tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan logis, yg semakin jelas menunjukkan bahwa sebenarnya konsep Trinitas memang tidak ada di Alkitab.
Satu-satunya ayat di Alkitab yg paling dekat dg konsep Trinitas (dan memang hanya satu2xnya) yg selalu dijadikan rujukan utama dalam menyatakan bukti konsep Trinitas di Alkitab adalah : 1 Yohanes 5 : 7-8
“Ada tiga yg memberi kesaksian, yaitu Bapa, Putra, dan Roh Kudus, dan ketiganya adalah satu”. Kalimat ini sangat jelas menyatakan bahwa ketiga oknum yaitu : Bapa (Allah), Putra (Yesus), dan Roh Kudus, adalah satu oknum yg sama, dan karenanya sangat dekat dg konsep Trinitas yg dipercayai dalam ajaran Kristen sehari-hari.
Bunyi lengkap ayatnya sebagai berikut :
5:7 Sebab ada tiga yang memberi kesaksian (di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu.
5:8 Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi): Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu.
Tetapi ayat ini ternyata adalah salah satu ayat yg paling bermasalah dalam Alkitab. Kenapa? Tidakkah anda melihat adanya kejanggalan di sana? Apakah itu? Ya, anda benar. Di sana terdapat kata2x yg diletakkan dalam tanda kurung! Kenapa demikian? Apa artinya tanda kurung itu, dan mengapa ada kalimat yg diletakkan di dalam tanda kurung itu? Ya, anda benar lagi. Dalam kitab suci, kata2x yg berada dalam tanda kurung adalah dimaksudkan sebagai penjelasan dari penulis/penerjemah bila ingin membuat bunyi ayatnya menjadi jelas maksudnya. Hal ini terdapat dalam bagian2x lain di Alkitab, juga bahkan terdapat dalam terjemahan kitab suci Al-Qur’an untuk menjelaskan maksud ayat2xnya tanpa mengubah bunyi ayatnya yg asli.
Dan itu artinya adalah : kalimat yg berada dalam tanda kurung itu adalah bukan bunyi ayat aslinya, bunyi ayat aslinya akan anda dapatkan kalau anda menghilangkan seluruh kata dalam tanda kurung itu. Jadi bunyi ayat aslinya adalah :
5:7 Sebab ada tiga yang memberi kesaksian : Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu.
Anda lihat! Bila semua kata dalam kurung dihilangkan, bunyi ayat menjadi sangat berbeda artinya. Bunyi ayat aslinya ternyata sama sekali tidak mencantumkan apa yg dianggap sebagai konsep Trinitas dalam Alkitab. Jadi jelasnya, konsep Trinitas dalam ayat2x tsb adalah sesuatu yg ditambahkan, disisipkan ke dalam bunyi ayat yg aslinya. Dan karenanya adalah palsu.
Kalau anda membaca Bible versi terbitan baru, bunyi ayat itu sudah dikembalikan ke bentuk aslinya dg menghapus kata2x tentang Trinitas yg dalam Bible terbitan lama telah disisipkan itu. Pengembalian ke bentuk asli ayat dalam naskah tertua ini didukung oleh 32 sarjana Kristen terbaik di dunia dan 52 golongan utama dalam Kristen, dalam suatu penelitian yg menyimpulkan bahwa dari naskah2x tertua yg diketahui dan masih ada, telah diketahui bahwa bunyi ayat yg terdapat di naskah2x tertua adalah tidak menyertakan kalimat yg menyatakan Trinitas itu tadi.
Kalau anda membuka bersamaan beberapa versi Alkitab/Bible, anda akan tahu perbedaannya.
Injil Katolik Roma (Douay version / Roman Catholic Version – RCV) diterbitkan di Rheims pada tahun 1582, dari terjemahan Injil berbahasa latin Jerome, dan diproduksi di Douay pada tahun 1609, merupakan Injil versi tertua yg masih dapat dibeli saat ini. Sedang versi Injil yg diautorisasi diterbitkan pada tahun 1611 dg kehendak dan perintah King James, maka kemudian dikenal sebagai Injil AV (Authorised Version) atau KJV (King James Version). Dan Injil2x itu telah mengalami beberapa kali revisi (?) hingga versi terbaru sekarang ini yg sudah banyak terdapat revisi2x dari versi sebelumnya.
Holy Bible King James Version (KJV) terbitan Amerika tahun 1972 :
1 John 5: 7-8
5:7 For there are three that bear record in heaven, the Father, the Word, and the Holy Ghost: and these three are one.
5:8 And there are three that bear witness in earth, the Spirit, and the water, and the blood: and these three agree in one.
Holy Bible New International Version (NIV) terbitan Amerika tahun 2004 :
1 John 5: 7-8
5:7 For there are three that testify:
5:8 the Spirit, the water and the blood; and the three are in agreement.
Footnote : Late manuscripts of the Vulgate testify in heaven: the Father, the Word and the Holy Spirit, and these three are one. And there are three that testify on earth: the (not found in any Greek manuscript before the sixteenth century)
Alkitab bahasa Indonesia (LAI) terbitan Indonesia tahun 1974 :
I Yohanes 5: 7-8
5:7 Sebab ada tiga yang memberi kesaksian (di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu.
5:8 Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi): Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu.
Dan ketiga versi Alkitab/Bible yg saya kutip ini semuanya tidak ada yg dilarang beredar, dan dapat dibeli dg bebas di toko buku manapun yg menjualnya (misalnya Bible NIV milik saya itu saya beli di Gramedia Jakarta awal 2007 ini). Dan ketiganya saya miliki dalam koleksi saya di rumah.
Dari ketiga teks di atas, anda dapat membandingkan sendiri bagaimana perbedaan2x dalam versi2x Alkitab/Bible itu, dan anda dapat mengambil kesimpulan sehubungan dg topik yg sedang kita bahas, yaitu ayat Trinitas dalam Alkitab.
King James Version adalah yg paling “rusak” karena ayat tsb ditulis seolah-olah memang demikianlah bunyi dari ayat aslinya dg tidak adanya tanda kurung yg seharusnya menyertainya. Wajar saja karena saat dibuat (tahun 1611) Bible masih eksklusif dan hanya menjadi hak bagi kalangan gereja dan penguasa tertentu saja yg boleh membukanya, karena itu pengeditan isi Bible oleh pihak2x tertentu dg tendensi tertentu pula, menjadi sangat mungkin karena kurangnya kontrol dari umat.
Dalam buku Misquoting Jesus, kesalahan penyalinan dalam kitab Perjanjian Baru, Bart D. Ehrman menyatakan bahwa : “The King James Bible didasarkan atas manuskrip2x menyimpang dan bermutu rendah yang seringkali tidak dengan akurat mewakili makna naskah aslinya.”
Dan Alkitab terjemahan Indonesia yg dibuat oleh LAI (Lembaga Alkitab Indonesia) sudah “agak lumayan” dg memberikan tanda kurung pada kalimat tambahan tadi, akan tetapi terlihat masih “takut2x” dalam memberikan informasi, dimana ayat yg bersangkutan sudah diberi tanda kurung untuk kata2x tambahan, tapi tidak ada penjelasan apapun di catatan kaki tentang apa yg dimaksudkan dg kata2x dalam kurung itu tadi, sedangkan pada Bible NIV sudah diberi catatan kaki bahwa bagian yg dihapus dari ayat tsb adalah tambahan/sisipan yg tidak ada dalam naskah tertua yg dikenal.
Jadi sangat jelas bahwa Trinitas sebenarnya tidak pernah ada dalam Alkitab/Bible. Satu2xnya ayat yg dg gamblang menjelaskan tentang itu ternyata telah terbukti sebagai suatu pemalsuan.
Trinitas dalam sejarah
Kalau Trinitas ternyata tidak ada dalam Alkita/Bible, kenapa hal tsb masih diyakini oleh umat Kristen? dan sejak kapan konsep ini dianut? Hal ini berhubungan erat dg sejarah kekristenan, dari ajaran Yesus yg tumbuh dalam lingkungan umat Yahudi kemudian bermetamorfosis hingga menjadi bentuk kekristenan yg ada sekarang ini.
Sesungguhnya ajaran Trinitas ini sebagaimana telah kita buktikan tidak ada dalam Alkitab, memang tidak pernah diajarkan oleh Yesus. Sedangkan umat Kristen yg mengklaim sebagai “pengikut Yesus” malah mempercayai dan mengajarkan suatu ajaran yg tidak pernah diajarkan oleh Yesus sendiri.
Dalam Alkitab sendiri, sesungguhnya Musa dan Yesus malah mengajarkan konsep ajaran Tauhid sebagai inti ajaran yg sama dg yg dianut oleh umat Islam (dan Hindu? Lihat tulisan saya “Hindu dan Islam ternyata memang sama?“), yaitu ajaran tentang ke-esa-an Tuhan, mengajarkan tentang Tuhan yg satu, Tuhan yang Maha Esa. Hal ini dapat kita lihat dg gamblang dalam ayat2x berikut baik di Perjanjian Lama maupun di Perjanjian Baru :
Musa berkata dalam Alkitab Perjanjian Lama di kitab Ulangan: 6 ayat 4
6:4. Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu esa!
Dalam bahasa Ibrani :
6:4 Shema o Israel: YHWH Elohim, YHWH Ekhad!
Yesus berkatadalam Alkitab Perjanjian Baru di kitab Yohanes: 17 ayat 3
17:3 Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.
(ayat ini mirip dg “dua kalimat syahadat” dalam Islam yg menyatakan bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah)
Yesus berkata dalam Alkitab Perjanjian Baru di kitab Markus: 12 ayat 29
12:29 Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa.
Tidak adanya ajaran Trinitas dalam kitab suci Kristen baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru juga tercatat di dalam berbagai Encyclopedia yang ada, seperti :
The Encyclopedia of Religion mengakui : “Para teolog dewasa ini sepakat, bahwa Alkitab Ibrani (Perjanjian Lama) tidak memuat doktrin mengenai Trinitas.”
The Encyclopedia of Religion juga mengakui : “Para teolog setuju, bahwa Perjanjian Baru juga tidak memuat doktrin yang jelas mengenai Trinitas
New Catholic Encyclopedia juga mengatakan : “Doktrin Trinitas Kudus tidak diajarkan dalam Perjanjian Lama.”
The New Encyclopedia Britannica menyatakan : “Kata Trinitas atau doktrinnya yang jelas tidak terdapat dalam Perjanjian Baru.”
Lantas dari mana doktrin Trinitas itu berasal?
Sesungguhnya Trinitas itu dalam sejarah mulai disahkan penggunaannya dalam ajaran Kristen adalah sejak Konsili gereja di Konstantinopel pada tahun 381 Masehi yg dipimpin oleh Kaisar Teodosius. Beberapa pendapat yg menyatakan bahwa Konsep Trinitas sudah dirumuskan pada konsili Nicea tahun 325 adalah salah. Konsili Nicea tahun 325 yg sangat kontroversial itu hanya memutuskan bahwa Bapa dan Firman (Allah dan Yesus) adalah satu substansi yg sama. Dan terlepas dari segala kontroversi yg ada, kita hanya akan melihat dari topik kita tentang trinitas, maka konsili Nicea hanya meresmikan “Duanitas” yaitu Allah dan Yesus adalah satu substansi, bukan “Trinitas” yg menyatakan Allah, Yesus, dan Roh Kudus adalah satu. Rumusan Trinitas baru diresmikan adalah pada tahun 381 Masehi dalam konsili Konstantinopel I, dg menambahkan satu oknum lagi dalam ketuhanan yaitu Roh Kudus.
Kenapa Trinitas dianggap begitu penting dalam ajaran Kristen?
Konsep Trinitas, yaitu dg menambahkan satu oknum lagi dalam unsur ketuhanan adalah untuk memberikan wibawa bagi Alkitab/Bible sebagai kitab suci umat Kristen. Sebenarnya dalam ajaran Kristen (tidak seperti yg masih banyak dipercaya umat Kristen awam) diakui kalau penulis Alkitab/Bible yg terdiri dari banyak kitab yg “dibundel” jadi satu itu adalah bukan para murid utama Yesus yg 12 itu, yg mana nama mereka dijadikan judul kitab2x tsb. seperti kitab Matius, kitab Markus, kitab Lukas, dan kitab Yohanes, melainkan ditulis oleh banyak sekali orang dalam kurun waktu ratusan bahkan ribuan tahun yg mana banyak diantaranya yg bahkan tidak diketahui namanya.
Hal ini tentu saja menimbulkan pertanyaan mengenai keabsahan nilai wahyu/ketuhanan yg ada pada Alkitab/Bible. Bagaimana kita bisa percaya bahwa Alkitab itu berisi firman Tuhan kalau para penulis kitabnya saja tidak diketahui namanya? Apalagi berharap mereka punya kredibilitas yg layak untuk menuliskan “pesan Tuhan”dalam Alkitab?
Maka untuk memberikan wibawa bahwa Alkitab itu memang berisi firman Tuhan, maka dikatakan bahwa memang banyak penulis Alkitab itu yg bahkan tidak diketahui namanya, akan tetapi tulisan mereka tetap bernilai wahyu Tuhan karena dalam menulis mereka semua telah dibimbing oleh Roh Kudus secara langsung. Dan Roh Kudus ini haruslah oknum ketuhanan karena “bimbingannya” harus tidak boleh salah, karena tulisan itu akan dipercaya umat Kristen sebagai wahyu Tuhan. Maka kemudian diresmikanlah Roh Kudus untuk masuk menjadi salah satu oknum Tuhan, meskipun dibelakang hari ternyata harus dibayar mahal karena keinginan untuk memberi wibawa pada Alkitab itu ternyata malah menghancurkan wibawa dari Roh Kudus itu sendiri sebagai pemberi ilham dan pembimbing para penulis Alkitab dalam membuat tulisannya, dg ditemukannya ratusan bahkan ribuan masalah dalam Bible (insyaallah kapan2x saya akan buktikan juga di blog ini).
Sedangkan karena ajaran Kristen sangat terkait dg ajaran dari nabi2x sebelumnya di Perjanjian Lama yg menyatakan bahwa Tuhan itu satu, hanya ada satu Tuhan, maka jadilah bahwa Tuhan itu harus satu, tapi juga harus tiga, maka jadilah konsep Trinitas itu diresmikan dan menjadi dasar keimanan Kristen meskipun dari segi logika akal budi, kitab sucinya (Bible/Alkitab), maupun data sejarah, ternyata benar2x tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya, dan telah menyeret umat Kristen ke dalam pola pikir yg sangat membahayakan jiwa karena mereka harus meyakini, mengimani, dan membela habis-habisan doktrin ini tanpa sebuah dasar yg dapat dijadikan pegangan dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
“Trinitas” dalam Al-Qur’an
Lantas kalau konsep Trinitas tidak ada dalam Alkitab, apakah konsep itu ada dalam Al-Qur’an? “Trinitas” memang ada dalam Al-Qur’an, tapi bukan sebagai ajaran yg harus diimani, malahan menyatakan bahwa mempercayai Tuhan yg satu dari yang tiga itu adalah tidak dibenarkan dan harus dihindari.
Ayat-ayat itu adalah :
QS. An-Nisa (4) : ayat 171
“Hai ahli kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya al-Masih, Isa putra Maryam itu adalah utusan Allah (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya pada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan janganlah kamu mengatakan,”(Tuhan itu) tiga”, berhentilah (dari ucapan itu). (Itu) lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak; segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai pemelihara.”
QS. Al Maidah (5) : ayat 73
“Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan, “Bahwasanya Allah salah satu dari yang tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Maha Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih.”
Sedangkan tidak ada satupun ayat2x dalam Al-Qur’an yg mendukung doktrin Trinitas sebagai ajaran yang harus diimani, sekalipun terdapat orang2x dari umat Kristen yg berusaha mencari-cari pembenaran di Qur’an dg mengutip dan memotong-motong ayat, serta mencabutnya dari konteks pemahaman untuk “digeretnya” ke arah pemahaman yang mendukung doktrin Trinitas yg di agama mereka sendiri ternyata tidak mempunyai dasar yg kuat untuk diimani sebagai salah satu ajaran utama.
Kesimpulan
Konsep Trinitas yg telah menjadi doktrin utama di sebagian besar sekte Kristen dewasa ini, memang benar2x hanya sebuah doktrin sejati, yaitu suatu ajaran yg hanya boleh dan hanya bisa dipercayai saja, tidak boleh dipikirkan dan dipertanyakan. Karena apabila hal itu dipertanyakan, memang tidak akan ada yg mampu menjawabnya, karena memang tidak logis dan tidak dapat dipertanggungjawabkan dg pasti dasar pemuatannya sebagai ajaran inti dari kekristenan.
Bila dilihat dari segi dasar kitab sucinya pun ajaran ini ternyata tidak terdapat dalam Bible. Semua ayat2x yg dipakai untuk menjustifikasi keberadaan dasar ajaran ini dalam Alkitab adalah dipaksakan pemahamannya ke dalam lingkup Trinitas, padahal sebenarnya tidak menjelaskan hal itu. Bahkan satu-satunya ayat yg menjelaskan doktrin Trinitas dg cukup gamblang bahwa 3 oknum Bapa, Putra, dan Roh Kudus adalah satu, yaitu : 1 Yohanes 5 : 7-8 ternyata adalah tambahan/sisipan dari penyalin Alkitab yg ternyata tidak terdapat dalam salinan naskah yg tertua dan dikenal, karenanya ayat itupun tidak dapat dibuat rujukan.
Dari segi sejarahpun ternyata bisa dilihat kalau doktrin Trinitas itu hanyalah sebuah kesepakatan dari pemimpin gereja2x dalam konsili Konstantinopel I tahun 381 M untuk memasukkan satu oknum lagi yaitu Roh Kudus dalam rumusan ketuhanan “duanitas” (Bapa dan Yesus) yg telah disepakati sebelumnya dalam konsili Nicea tahun 325 M
Catatan2x dari berbagai Encyclopedia juga menyatakan bahwa dalam Alkitab/Bible baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru ternyata memang tidak terdapat ayat2x yang secara jelas menyatakan atau mengajarkan tentang doktrin Trinitas ini.
Karena hal2x itulah maka jelas kita ketahui bahwa ajaran Trinitas itu hanyalah sebuah doktrin yang tidak berdasar, karena itu tampaknya sekte Kristen yang tidak menuhankan Yesus dan tidak mempercayai Trinitas seperti komunitas Kristen sekte Saksi Yehovah, Unitarian, dll. ternyata lebih dapat memahami ajaran agamanya dengan benar untuk topik Trinitas ini dibanding saudara2x seagama mereka dalam sekte2x besar seperti Katolik Roma, Protestan, Ortodox, dll. yg banyak mempunyai cabang2x sekte yg menganut doktrin Trinitas sebagai doktrin utama dalam agamanya.
Dari referensi yg saya sebutkan di bawah, tiga diantaranya adalah buku yg ditulis oleh umat Kristen sendiri, yg setelah meneliti ajaran agamanya dari berbagai segi, telah memutuskan untuk meninggalkan doktrin Trinitas ini untuk kembali keajaran Tauhid yg hanya menuhankan Allah, Tuhan Yang Maha Esa.
Dan hal ini juga sekaligus membuktikan bahwa Al-Qur’an adalah kitab suci yg memuat ajaran yg benar yg tidak pernah memberi tempat pada upaya apapun untuk menyelewengkan arti dari ajaran Tauhid yang mengajarkan tentang Tuhan yang satu, Tuhan Yang Maha Esa, seperti yang dijelaskan dg gamblang dalam QS. Al-Ikhlas (112) : 1-4 sebagai berikut :
- Katakanlah, “ Dialah Allah, Yang Maha Esa
-
Allah tempat meminta segala sesuatu
-
Dia tiada beranak dan tiada diperanakkan
-
dan tidak ada sesuatupun yang setara dengan Dia.”
“Maha benar Allah, dengan segala firman-Nya”
-rkh-
Referensi :
-
Ahmed Deedat, The Choice, Islam and Christianity
-
Bart D. Ehrman, Misquoting Jesus, Kesalahan penyalinan dalam kitab suci Perjanjian Baru, Kisah dibalik siapa yang mengubah Alkitab dan apa alasannya.
-
Frans Donald, Allah dalam Alkitab dan Al-Qur’an sesembahan yang sama atau berbeda?
-
Yehovah Witnesses, Menolak mitos Trinitas (Should you believe in the Trinity).
-
Dr. Rauf Syalabi, Distorsi sejarah dan ajaran Yesus
-
Al-Qur’an dan terjemahan bahasa Indonesia – Departemen Agama
-
Holy Bible – King James Version (KJV)
-
Holy Bible – New International Version (NIV)
-
Alkitab terjemahan Indonesia (LAI)
Bahasan yang begitu meyakinkan., tapi hanya kelihatan saya. Gini loh, Tuhan itu dalam trinitasnya, sudah jelas tidak bisa di analogi atau di samakan dengan benda seperti matahari, rokok dan lain-lain. Jelas beda donk,!
anda pun tidak dapat mengatakan kalo trinitas itu di buat-buat dan malah dari quran. kalo mau cari bukti trinitas dalam Alkitab, bahasnya jangan cuma satu dua ayat donk, tapi pahami baik-baik hubungan antara semua ayat di dalamnya.
Btw, itu di ayat yang dari quran, udah jelas tertulis “Isa (Yesus) adalah putra Maryam (Maria) dengan tiupan Roh Nya (yang artinya menyatakan kalau Isa sebagai anak dari Roh Allah, dan bukan anak secara biologis jika di bandingkan dengan nabi-nabi pilihan yang lain)”
oh yah, makasih writer yang mau baca Alkitab, salut deh, apalagi membahasnya. Padahal ga semua non Kristen mau sentuh Alkitab,. Pelajari mendalam lagi deh,. Baca Yoh 14:6 “Akulah jalan kebenaran dan hidup” , Yohanes 10:9,
apakah di kitab mu juga punya jaminan keselamatan? Matius 4:19 “Mari, Ikutlah aku,. dan kamu akan…… ”
,.. ada lagi, bedanya gelar yang di Quran, SAW dan AS. SAW utk Muh, AS utk Isa. ini dari bbrapa sumber, tolong di ralat, SAW artinya pembawa Syalawat yakni peminta jaminan keselamatan, sedangkan AS pembawa syafaat, yang artinya memberi jaminan keselamatan. So? that proofs the true
thanks atas infonya….
tapi mungkin itulah yang membedakan pengetahuan dan kepercayaan ? atau itu juga yang membuat jarak antara logos dan mitos menjadi semakin lebar (dlm konsep Karen Armstrong) ?
Mumpung topiknya berkaitan jadi sekalian saja saya promosi.
Silahkan di kunjungi juga http://danalingga.wordpress.com/2007/06/29/yesus-itu-tuhankah/ .
Dear,
Berikut adalah daftar tulisan yang pernah saya tulis tentang Trinitas, yaitu:
- “Tri Tunggal Mahakudus”
- “Tritunggal Mahakudul (2)”
Semoga dapat memberikan pencerahan.
Salam.
Heheheeh… maaf lo, saya promosi aja dulu habis untuk baca yang ginian di butuhkan waktu untuk memahaminya.
Tapi sebelum membahas ke artikelnya saya mo lempar masalah nih, saya punya defenisi trinitas sendiri yakni:
1. Tuhan ( mustahil di hubungin tanpa sarana sepertinya)
2. Roh atau nur ( sebagai sarana berhubungan Nabi dengan Tuhan)
3. Manusia penyampai pesan atau nabi ( Sebagai saran berhubungan manusia umum dengan Tuhan)
Nah kalo itu kira kira gimana ?
Oh, iya kalo membahas trinitas setahu saya sangat erat kaitannya dengan keTuhanan Yesus, sebab trinitas syaratnya harus menganggap Yesus sebagai Tuhan bukan?
Terima kasih atas taqqiyahnya yah
Kalo dikatakan trinitas tidak masuk logika, justru andalah yang ditidak berlogika. Anda terlalu percaya dan asal2an percaya. Tuhan tahu manusia butuh pembuktian, karena Tuhan tahu Dia telah menciptakan manusia dengan logika. Makanya Tuhan mau ber-inkarnasi menjadi manusia supaya manusia tahu dengan pembuktiannya bahwa Tuhan telah campur tangan atas penyelamatan manusia. Menurut saya hanya orang yang logis yang percaya dengan Trinitas.
Maaf
hm….. saya mau coba join untuk sekedar tuangkan apa yg ada di pikiran saya mengenai bahasan ini….
yang muncul dalam pikiran saya adalah seperti ini :
katakanlah kita manusia memiliki 3 bagian yaitu tubuh jiwa dan roh tapi kita tetap 1 kan dsebut 1 manusia
di dalam kitab suci dkatakan bahwa Allah menciptakan manusia seturut gambaranNya,
kita memiliki 3 aspek tersebut jadi mengapa tidak mungkin Allah juga demikian, dengan 3 aspek tersebut toh tidak membuat manusia terpecah menjadi 3 pribadi kan? dari ke-3 aspek tersebut memiliki peranan berbeda2
kalaupun Allah menempuh jalan pewahyuan Nya dengan menggunakan trinitas kenapa harus kita yang repot toh Dia Allah, Dia bisa melakukan apa yang Dia kehendaki kan?
SAmpai saat ini yang mengatakan bahwa Allah orang kristen ada 3 kan manusia….
Allah sendiri tidak pernah berkata seperti itu kan?
konsep TRINITAS itu sama seperti konsep TRIMURTI di dalam Hindu,,,
mksd TRINITAS itu bahwa Tuhan mempunyai kemahakuasaan yang mempunyai funsi berbeda.
sbgai contoh ayat di Rg Veda : Ekam eva sat viprah bahudam vadanti. arti bahwa Tuhan hanya ada satu tetapi kemahakuasaannya ada dimana-man.
jadi TRINITAS itu kemahakuasaan TUHAN. bkan berarti Tuhan itu ada Tiga,,,
di dlm Hindu pun mengenal 2 sifat TUHAN,yaitu :
Sagunam Brahman : Tuhan yang mempunyai wujud
Nirgunam Brahman : Tuhan tidak berwujud…
kalau Tuhan itu Esa knapa banyak orang mengatakan Tuhan orang Hindu,Tuhan orang Kristen dll..
nah berarti itu menunjukkan ketidakpercayaan kpada Keesaan Yang Maha Mulia.
konsep keTuhanan jgn pernah di jdikan pro-kontra krna bsa terjadi slah persepsi di antara kita.
Aum Ano Bhadrah Kratavo Yantu VisVato,
“semoga pikiran baik datang dari segala penjuru”
gw juga bingung?
Allah merendahkan diri mengambil sosok seorang hamba (nubuatan Yesaya) Yesus, Allah, ROh Kudus merupakan satu kesatuan yang tak dapat dipisahkan, dan Dia hidup di ruang kekekalan dan Dia sanggup muncul di masa mana saja yang diingininya. Lihat pada proses penciptaan Allah menunjukkan pada dirinya Kami bukan Aku.
Akal budi kita yang diam dalam ruang waktu tentunya sulit untuk memahami ini. Sesungguhnya ketiganya adalah ROh yang sama tetapi dari Roh yang berada dalam ruang kekal sanggup muncul dimana saja dalam wujud apa saja yang dikehendakiNya. Jika Allah tidak mengambil sosok manusia dan prosedurnya tidak sama seperti kelahiran manusia tentunya manusia akan kaget dan lari tunggang langgang,
selain itu Allah juga tidak bisa bergaul dengan manusia. Akibat dosa kita lah Allah yang penuh kasih rela mengambil natur manusia untuk menebus kita dan bergaul dengan kita. Akibat dosa Umat manusia terputus hubungan dengan Allah. Untuk memperbaiki ini ALlah yang maha adil harus turun tangan menebus kesalahan manusia dengan pengorbanan nyawanya sendiri yang seharusnya buat manusia di alam neraka yang selama lamanya.
Ketika Isa di kayu salib tentunya banyak orang dari kalangan Kristen atau Islam sulit mengerti ketika Yesus mengatakan ,” Ya Allahku kenapa Engkau meninggalkan Aku. Sebenarnya kalau kita hayati lebih jauh selain penderitaan fisik yang dialami Isa, Dia juga mengalami penderitaan yang tak terhingga di dalam RohNya di alam kekal, karena hukuman itu tadinya untuk manusia yang selama lamanya, tetapi Allah yang menjelma jadi Isa rela menanggungnya di alam Roh yang kekal. Tapi jangan dilupakan Allah itu Maha Kuasa dan tak terbatas, sehingga Ia sanggup menyelesaikan hukuman yang tanpa batas itu seolah olah sekejap mata dalam pandangan manusia. Karena Allah dapat mengembalikan waktu ataupun merentangkan waktu, karena Dia Allah dan hidup di ruang kekal yang tanpa batas. Batasan kekekalan hanya Allah sendirilah yang tahu, selain daripadaNya tidak ada. wassalam.
penjelasan anda
Trinitas itu seperti matahari
Matahari mempunyai tiga bagian yg tidak terpisahkan. Ada mataharinya sendiri, ada panasnya, dan ada sinarnya, tapi semuanya satu membentuk matahari. Seperti itulah gambaran Trinitas itu. Benarkah? Kita lihat : Dalam Trinitas, Tuhan Bapa adalah Tuhan, Yesus adalah Tuhan, roh kudus adalah Tuhan. Dalam analogi itu, matahari memang adalah matahari, tapi apakah panasnya juga bisa disebut matahari, dan apakah sinarnya juga bisa disebut matahari? Tidak. Analogi ini tidak bisa menjelaskan sama sekali tentang Trinitas.
1. apakah matahari = matahari?
2. apakah panasnya = matahari?
3. apakah sinarnya = matahari?
Trinitas itu seperti rokok
Rokok mempunyai tiga unsur, rokoknya sendiri, apinya, dan asapnya. Ketiganya adalah unsur yg tidak dapat dipisahkan dalam sebuah rokok. Seperti itulah gambaran Trinitas. Benarkah? Kita lihat : jika Tuhan Bapa, Yesus, dan roh kudus semuanya adalah disebut Tuhan, dalam analogi itu rokoknya sendiri memang disebut rokok, tapi apakah apinya bisa disebut rokok? Apakah asapnya bisa disebut rokok? Tidak. Analogi inipun sama sekali juga salah dan tidak dapat dipakai untuk menjelaskan Trinitas.
1. apakah rokok = rokok?
2. apakah api = rokok?
3. apakah asap = rokok?
Lantas dari mana doktrin Trinitas itu berasal?
Sesungguhnya Trinitas itu dalam sejarah mulai disahkan penggunaannya dalam ajaran Kristen adalah sejak Konsili gereja di Konstantinopel pada tahun 381 Masehi yg dipimpin oleh Kaisar Teodosius. Beberapa pendapat yg menyatakan bahwa Konsep Trinitas sudah dirumuskan pada konsili Nicea tahun 325 adalah salah. Konsili Nicea tahun 325 yg sangat kontroversial itu hanya memutuskan bahwa Bapa dan Firman (Allah dan Yesus) adalah satu substansi yg sama. Dan terlepas dari segala kontroversi yg ada, kita hanya akan melihat dari topik kita tentang trinitas, maka konsili Nicea hanya meresmikan “Duanitas” yaitu Allah dan Yesus adalah satu substansi, bukan “Trinitas” yg menyatakan Allah, Yesus, dan Roh Kudus adalah satu. Rumusan Trinitas baru diresmikan adalah pada tahun 381 Masehi dalam konsili Konstantinopel I, dg menambahkan satu oknum lagi dalam ketuhanan yaitu Roh Kudus.
menurut anda.. duanitas adalah yesus dan allah (kalo dilihat dari ayat di injil yg mengatakan yesus dan allah adalah satu)
tapi tampaknya anda sendiri melupakan isi kitab perjanjian lama.. bahwa sesungguhnya roh kudus dan allah sudah lama aktif di dunia jauh sebelum kelahiran yesus.. jadi kenyataan yg mengatakan bahwa roh kudus yg memaksa masuk akan terasa aneh.. justru yesus lah yg dipaksa masuk sebagai oknum ke3..
laen kali kalo mau bikin penjelasan.. harap diliat dulu kejadian kejadian sebelumnya..
wassalam..
Ketika manusia belum berserah diri (Ikhlas) …
Tabir menuju Sang Esa tak terungkapkan…
Esensi Esa tetap bermakna “Satu”
Fisik maupun unsur penyusunnya.
Bacalah …. hingga kamu menemukan hakikat Allah SWT.
Tiada makhluk yang sama denganNya.
Tiada padanan yang ada di alam semesta ini yang menyerupaiNya.
IlmuNya-lah yang ada di hamparan alam semesta ini.
Gunungpun takkan sanggup menerima kedatanganNya.
Pertemuan denganMu adalah suatu kenikmatan yang tiada kenikmatan apapun yang ada di alam semesta ini yang memadani.
subhanallah,
mas rkh luar biasa
berapa lama mas sudah belajar tentang Kristologi hingga bisa mengetahui sejauh itu?
saya salah satu dari sekian banyak Bible’s Contradictions Hunter. awalnya saya berniat menjadi ‘hunter’ tersebut karena kesal terhadap teman2 saya yang nasrani, mereka masih menganggap islam sebagai agama teroris dan menganggap hukum islam itu terlalu mengekang umatnya tanpa menggali hikmah di dlamnya terlebih dahulu. saya sudah jelaskan sebisa saya tentang terorisme yang tidak ada dalam hukum islam dan hikmah2 dari hukum2 islam yang mereka ragukan. tetapi mereka tutup telinga. singkatnya, mereka melihat islam hanya dari luarnya aja, lalu dengan seenak udel mereka ngata2in islam secara membabibuta seperti itu.
tapi berkat uraian jelas dari mas rkh saya mulai mengubah haluan saya dari tujuan semula. sekarang tujuan saya hanya satu “mencari kebenaran” dan mengingatkan akan kebenaran kepada mereka yang bersangkutan.
memang mas, trinitas memang sangat mmbingungkan. bahkan yang meyakinipun bingung mendeskripsikannya. mengapa menyatakan bahwa Tuhan-itu-satu saja harus susah2 begitu? kenapa harus melalui penjelasan dan kalimat yang sekian panjang yang tidak berdasar?
satu2nya kalimat yang paling pantas dan simpel yang ada di dunia ini untuk menggambarkan keEsaan Tuhan:
Laa ilaa hailallaah
iya mas,
saya akan maju membela Islam sejauh mereka “menginginkan” atas saya untuk maju… He3:-D
tapi kebanyakan niatan mereka hanya menghina saja, terlihat ketika saya beri penjelasan, mereka tidak ada niatan untuk memperhatikan…
saya juga membuat tulisan kecil2an tentang kiat2 mendebat Kristiani buat teman2 saya. saya juga cantumkan itu, bahwa kita hanya wajib menyampaikan kebenaran tanpa paksaan, & Al-Quran juga melarang pemaksaan agama. mengiming-imingi orang dengan Islam juga tidak bole to mas?. referensinya juga dari blog mas rkh yang Ruaarrbiyassaa ini, The Choice, dan blog2 lain:-)
kebanyakan Kristen awam yang saya ajak diskusi ternyata memang berpaham doktrinal seperti kata mas, setiap saya tanya jawabannya polos, dengan argumen lemah, mudah dicari selanya dan yang pasti lucu dan sangat menghibur.
itu juga saya sajikan di tulisan saya agar teman2 muslim saya juga terhibur…:-D
oh iya mas, kalau sempat tolong buat tulisan tentang jilbab dong..
saya lagi prihatin nih ma cew2 Islam yang suka mengumbar aurat dan berpakaian serba minim. sekaligus untuk memantapkan niatan akhwat yang masih menimbang-nimbang untuk pakai jilbab (beberapa teman saya ada yang begitu). padahal Islam sudah mengangkat derajat wanita sedemikian mulia, tapi mereka menyia2kannya…
inikah jaman Jahiliyah modern itu?
maaf ada sdikit ganjel tolong diperkuat yg saya kutip ituw:
Allah bisa ‘langsung memberikan’ ilham pada manusia (‘melalui’ malaikat) tanpa perlu perantara manusia lain spt para nabi itu
trims.
—ark
Mas rkh terima kasih untuk ulasannya Ttg Trinitas yg ruaar biasa…saya ni orang awam yang pingin belajar lebih dalam tentang perbandingan agama (khususnya : kristologi) Bagaimana caranya ? en dari mana harus memulainya?!.Trim’s.
ass.mas rushdie banyak kok vcd2 dialog islam vs kristen di jual coba cari aja produksi arimatea di sana banyak sekali.semoga bisa membantu.wass
Wah blog yang bagus haha. Hm saya sendiri juga kristen yg lagi nyari2 soal trinitas, nanti saya reply ya sampai saya dapet pemikiran sendiri buat munculin pemikiran baru untuk anda. saya sebenarnya juga orang yg kritis dan skeptis soal keberadaan Tuhan, soal Islam, Kristen juga. Saya kalo lihat ke Islam dan Kristen, pasti ada kekurangannya. Malah kadang2 saya berfikir “untuk apa Tuhan menciptakan manusia?” apa cuma semacam game saja?
Yth. Saudara Rkh.
Terima kasih karena anda sudah punya atensi untuk mengetahui tentang Trinitas yang diyakini oleh pemeluk Katholik Roma seperti saya. Saya meyakini bukan karena soal benar atau tidak, tetapi iman saya lah yang membimbing pikiran saya untuk mengamini bahwa itu sesuatu yang tidak perlu saya persoalkan.
Suatu saat pasti saya akan jelaskan apa yang anda singgung tentang konsili nisea, konstantinapel dan sebagainya.
Satu yang ingin saya tanyakan pada anda secara terbuka. Begini sebagai orang Katholik saya tentu akan percaya dengan Injil. Seperti juga anda pasti percaya dengan Al-Quran. Di Injil Lukas ada tertulis kisah Yesus menghidupkan anak muda yang mati hanya dengan berkata “Hai anak muda, bangkitlah”. Seketika anak muda itu hidup. Saya harus percaya ini adalah sebuah kebenaran karena tertulis di dalam Injil.
Kalau Yesus bisa menghidupkan orang mati hanya dengan bersabda bukan dengan memohon kepada Allah Bapa, menurut anda, Yesus itu siapa?
Tidak ada seorang nabi pun sebelum Yesus yang mampu melakukan ini. Ada seorang nabi, saya lupa kalau tidak salah nabi Yeremia melakukan hal yang mirip. Tapi nabi Yeremia berdoa memohon kepada Tuhan dengan doa yang sangat kusuk dan dilakukan berhari-hari akirnya Tuhan jatuh kasihan dan Tuhan menghidupkan kembali orang yang dimohonkan kepada Tuhan oleh nabi Yeremia tersbut.
Terima kasih dan suatu saat saya janji akan menuliskan penjelasan beberapa hal yang menurut saya harus saya luruskan tanpa saya harus menghujat anda. Karena sebagai orang Katholik saya tidak boleh membenci dan marah kepada siapa pun sekalipun orang itu menghujat dan menghina Yesus. Kalau saya marah berarti saya dosa karena melanggar ajaran Yesus yang juga ada di Injil Lukas agar saya tidak membenci musuhkan. Tapi justru harus mendoakannya.
Yth. Saudara rkh
Terima kasih atas jawaban anda. Saya sudah baca ayat2 yg anda tunjukkan Yehezkiel, Raja-Raja, 2 Raja-Raja. Mungkin yang perlu kita samakan adalah cara berpikir kita dulu.
Saya sarankan agar anda mengikuti cara berpikir beberapa saudara kita yang beberapa saat yang lalu mengusulkan beberapa nama untuk dijadikan pahlawan nasional. Mereka melihat bahwa ada nama yang patut untuk diusulkan menjadi pahlawan karena jasa-jasanya sejajar dengan jasa-jasa mereka-mereka yang sudah dijadikan pahlawan nasional oleh negara. Maka mereka mengusulkan kepada pemerintah melalui Dept. Sosial agar si-A, si-B dan sebagainya untuk dijadikan pahlawan dengan berbagai argumentasi dan bukti-bukti. Mereka tidak berpikir terbalik, yaitu tidak mengakui pahlawan yang sudah ada hanya karena ada si-A atau si-B yang juga layak untuk disebut sebagai pahlawan.
Dengan cara berpikir yang demikian, sebaiknya saudara rkh mengusulkan aja agar Nabi Elia dan siapa lagi yang anda rasakan layak untuk disebut Tuhan diusulkan menjadi Tuhan. Jangan lantas mengotak-atik keyakinan umat lain yang meyakini Yesus sebagai Tuhan. Hanya saya tidak bisa memberikan bagaimana caranya anda harus mengusulkan dan kepada siapa, karena saya tidak berurusan dengan masalah ini.
Nah untuk pertanyaan yang saya ajukan, anda tetap belum menjawabnya. Pertanyaan saya adalah Siapa Yesus menurut anda kalau Yesus bisa menghidupkan ornag mati hanya dengan bersabda langsung kepada orang yang mati tersebut. Bukan berdoa kepada Tuhan untuk minta pertolongan. Terima kasih.
halo mas rkh yang pinter banget!
kok mas susah benget sih njelaskan masalah ini (trinitas) pada pengunjung?
Mas…sesungguhnya Allah itu maha pintar dan Maha Cerdas dan tidak ada sekutu bagiNya.
dan biasanya Alquran akan menjelaskan sedetail mungkin kisah2 yang dianggap ghaib baik itu masa lampau maupun masa depan, kenapa bisa demikian? karena manusia itu mahluk polos alias lugu alias tidak tahu apa2!
yang kedua agar manusia mengerti tentang kehidupan zaman dahulu dan kehidupan zaman masa depan dan Allah SWT akan menjelaskan dengan senang hati alias komplit alias jelas dan terang agar tidak ada keraguan mengenai kitab tersebut.
Dan apa bila ‘kasus’ tersebut cukup terang maka nabilah yang akan menerangkan dan menjelaskannya
Dan apabila sangat terang Allah hanya mengulang-ngulangi dibeberapa bagian ayat saja tidak perlu sedetail mungkin seperti perkara ghaib tadi.
Untuk perkara trinitas adalah perkara ghaib tadi dan biasanya Allah akan menerangkan masalah tersebut dengan sejelas-jelasnya dan seterang-terangnya.
yang membuat kita bertanya2 mengapa tidak ada penjelasan oleh Allah masalah ini didalam kita (Alkitab) sendiri? lalu dari mana datangnya ajaran seperti ini? Allah saja tidak perna mengajarkan kok, lalu mengapa manusia begitu getolnya menyebarkan ajaran ini sedangakan ajaran yang nyata2 disuruh malahan tidak diajarkan. memang Aneh manusia itu.
Salam
Boleh Saya menjelaskan ttg Trinitas untuk spy Jelas, Konsep kristiani jelas Bhw Tuah Itu Satu,Esa dan Maha Kudus.Tidak ada Manusia satupun pernah melihat Tuhan,karena Dia Kudus.kecuali Yesus. Yesus jadinya dari Roh Alllah (Kristen/Islam mengakuinya).Trinitas hanyalah menyatakan KEBAGAIMANAAN Tuhan,faham Trinitas dibawa oleh Bapak2 Gereja Eropah,karena kita ketahui bhw,Agama Kristen yang dari Timur Tengah dibawa Oleh orang2 eropah yang berpikir serba Praktis,sedangkan kami akui, Trinitas tidak ada di Alkitab. Allah itu Esa, Yoh.1:1 “Pada mulanya adalah Firman,Firman itu bersama sama dengan Allah,Firman itu Allah sendiri.” Firman itu telah menjadi Manusia,yaitu Yesus,Yesus adalah Firman Allah yang hidup,Fillipi 2:6-7.Ia yang dalam rupa Allah,telah mengosongkan dirinya dan mengambil rupa seorang hamba (manusia yang seutuhnya).Tuhan mempunyai ROH dan FIRMAN, Firman itu yang menjadi Manusia (Yesus).Yesus adalah firman Allah (kebagaimanaannya) yang sebelumnya adalah FIRMAN (Allah sendiri),Tetap saja Tuhan itu Esa yang mempunyai FIRMAN dan ROH (Kel.20:3 Jangan ada padamu allah lain dihadapanku).sifat ROH dan FIRMAN :melekat,sehakekat,sederajat dengan Tuhan, Siapa yang berani bilang Tuhan tidak mempunyai Roh dan Firman ?? kalau semua mengakui, itulah Tuhan yang mempunyai Roh dan Firman, dan tetap ESA,Firman itu sendiri yang menjadi manusia, yaitu Yesus.tiga wujut itulah yang disebut oleh bapak2 gereja Eropah sebagai Triniras ( Tuhan,Firman dan Roh ).Yesus yang dari Firman (Allah sendiri) turun kedunia membawa berita keselamatan,karena keselamatan hanya dari Allah,manusia siapapun tidak dapat menyelamatkan manusia kecuali Allah sendiri. Yesus berkata ” Akulah jalan,kebenaran dan keselamatan,tidak ada seorangpun dapat bertemu dengan Allah kecuali Aku “karena apa ? karena dia adalah Firman (Allah).Oke Jelas ? GBU.